Dampak Pandemi Covid-19, Warga Makassar Perlu Waspadai Penyakit TBC



Makassar- Kota Makassar dalam ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC). Warga kota Daeng harus meningkatkan kewaspadaan akan penyakit menular berusia 139 tahun tersebut. Demikian diungkapkan Ilham Riyadi, Field Officier Yamali TB kota Makassar, dalam penutupan kegiatan Refreshment Kader TB Komunitas, di Aula Poltekkes Muhammadiyah Makassar, 8 April 2021.

Menurut Ilham, saat ini dengan pandemik Covid-19, perhatian banyak pihak terkerus ke sana, sehingga persoalan TBC menjadi kurang disorot. Padahal, ia menambahkan, angka kasus TBC juga semakin tinggi dengan menembus angka 845.000 kasus yang menempatkan Indonesia sebagai negara penyumbang kasus TBC nomor dua di dunia.

Sebelumnya, Wasor TB Dinas Kesehatan kota Makassar, Sierli Nathar menyebut bahwa kasus terduga TBC khusus di kota Makassar berada di angka 25850 tahun 2019 dan 15868 tahun 2020. "Ini ada penurunan bukan karena berkurang, tapi selama pandemi dan dengan adanya pembatasan sehingga temuan kasus juga tidak semaksimal sebelumnya," ujarnya.

Sierli menambahkan, bahwa untuk menjangkau kasus TBC maka peran semua pihak sangat diperlukan, salah satunya dengan pelibatan kader komunitas sebagai penjangkau dan pengedukasi di masyarakat.

Refreshment Kader Yamali TB ini diikuti 90 kader TB Komunitas yang terbagi 30 kader perhari selama tiga hari kegiatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Magang Kampus Merdeka di BCF-Yamali TB, 24 Mahasiswa Diajak Berkarya Secara Nyata

Open Recruitment Program Staff and Finance Adminsitration Staff SSR